IPM Kids SD Mumtas Dapat Motivasi dari Ketua Umum PP IPM

IPM Kids SD Muhammadiyah 3 Assalaam Kota Malang (Mumtas) bersilaturahmi dengan PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) lewat video call conference. Dari PP IPM hadir Riandy Prawita sang (ketua umum dan Gibran (sekretaris bidang advokasi). Sementara dari pihak sekolah ada Syaiin Kodir (kepala sekolah) dan seluruh pengurus IPM Kids SD Mumtas. Acara berlangsung pada Senin (8/1).

Ketua Umum PP IPM Riandy Prawita dalam sambutannya berpesan kepada IPM Kids SD Mumtas bahwa mereka yang sekarang baru duduk di sekolah dasar mungkin hari ini belum merasakan dampak ber-IPM, tapi akan merasakannya di kemudian hari.

Sebab, apa yang adik-adik tanam hari ini tidak akan terasa. Semua itu butuh proses, tidak ada yang instan. Meskipun ada yang instan, kata dia, itu pun butuh proses memasak. Seperti mi instan. Meski namanya instan, butuh proses memasak untuk bisa menjadi mi yang dimakan.

“Itu yang harus teman-teman pegang. Insya Allah kelak nanti kalian akan menjadi orang-orang yang hebat,” tuturnya.

“Nanti kalau sudah lulus di bangku sekolah dasar, meskipun tidak melanjutkan di sekolah-sekolah Muhammadiyah yang ada di daerah kalian, jangan lupa untuk selalu ber-IPM di sekitar rumah, mulai tingkat ranting maupun cabang,” imbuh Riandy.

Sementara itu, Kepala SD Mumtas Syaiin Kodir mengucapkan terima kasih kepada PP IPM yang telah menyempatkan waktu untuk menyapa adik-adiknya.

“Sangat berterima kasih banyak kepada ketua umum PP IPM dan para pengurus yang telah menyempatkan waktunya untuk bisa menyapa adik-adik generasi pemenang masa depan yang insya Allah bisa menjadi estafet kepemimpinan masa depan Ikatan Pelajar Muhammadiyah kelak,” ujarnya.

Syaiin menambahkan, SD Muhammadiyah 3 Assalaam berkomitmen untuk mencetak generasi-generasi persyarikatan Muhammadiyah, yang salah satunya melalui ortomnya Ikatan Pelajar Muhammadiyah.

Dengan adanya IPM Kids pertama, harapannya semakin semaraknya IPM sehingga kaderisasi IPM ini bisa menjadi investasi kaderisasi ke depan dan semoga tidak terjadi krisis kaderisasi.

“Melalui SD Mumtas yang menjadi pertama adanya IPM Kids ini bisa menulari sekolah dasar Muhammadiyah-Aisyiyah Kota Malang untuk bergiat di IPM,” imbuhnya.

Acara dilanjutkan dengan tanya jawab oleh pengurus IPM Kids dengan PP IPM yang diwakili oleh Sekretaris Bidang Advokasi Gibran. Mulai kegiatan apa saja yang di lakukan oleh PP IPM, struktur PP IPM, sampai pengalaman terpahit yang dirasakan ketika ber-IPM.

Dia lantas berpesan, jangan patah semangat untuk ber-IPM. Karena apa yang ditanam hari ini baru bisa dituai di kemudian hari.

“Harus dinikmati proses ber-IPM, cari teman sebanyak-banyaknya. Pasti nanti akan ditemukan dengan fase di mana akan merasa capek, lelah, letih, lesu, lemas untuk ber-IPM. Apa yang kalian dapatkan di IPM harus kalian balikkan juga ke IPM. Jangan pernah bertanya apa yang telah kalian berikan untuk IPM, tapi tanamkan pada diri kalian apa yang sudah kalian berikan untuk IPM,” tegasnya.

(Rama Kusnadi)